Kenapa engine diesel tidak memakai busi…?

engine diesel1

“Semangat beraktivitas sobat teknik semua, dikesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai “Kenapa engine diesel tidak memakai busi…?. Sudah umum kita dengar bahwa yang namanya engine diesel memang dalam siklus kerjanya tidak membutuhkan pemantik/busi/spark plug, tetapi hanya memanfaatkan kompresi dan suhu tinggi untuk mencapai siklus pembakaran, Whay…?

Seperti yang sudah saya tulis pada artikel sebelumnya basic engine diesel, bahwa siklus kerja engine 4 langkah baik diesel maupun gasolin/bensin yaitu “Empat kali langkah piston, dua kali putaran crankshaft akan menghasilkan satu kali usaha/pembakaran”. Hal ini adalah mengenai perbedaan proses pembakaran pada kedua jenis engine tersebut.

1. Engine Gasolin/Bensin

engin bensin

Sebagian besar sobat teknik sudah faham bahwa untuk menyudahi satu siklus pembakaran akan dieksekusi dengan menyalanya busi/spark plug baik itu engine dengan siklus kerja 2 langkah maupun 4 langkah, baik itu engine motor, mobil, truck, dll. akan sama. Karena  flashing point/titik nyala bensin rendah hanya 25ºC ke atas asalkan ada pemicu/pemantik bensin akan terbakar. Maka dari itu hampir semua engine yang berbahan bakar bensin tidak membutuhkan perbandingan kompresi ratio yang tinggi, temperatur yang tinggi seperti engine diesel karena pada engine gasolin menggunakan busi, sehingga getaran enginnya pun lebih halus.

2. Engine Diesel

engine diesel

Untuk siklus kerja engine diesel sama dengan gasolin, salah satu perbedaan yang menjadi tema kita saat ini yaitu bahwa pada engine diesel tidak menggunakan pemantik/busi. Kembali kita bahas dari awal, mengenai flashing point jelas solar lebih buruk dari bensin. Solar dengan pemantik akan menyala pada suhu diatas 50°C , hal ini bisa kita coba jika ada solar tercecer di lantai dan kita lempar puntung rokok yang masih merah menyala, bukanya nyala tapi kadang malah mati. Tapi kalau bensin jangan ditanya baru kita pantik korek api cekrik…” dah nyambar apinya.

Engine Diesel Tidak Pakai Busi

Ok, kita langsung ke pokok bahasan kenapa para ahli engineer engine yang mendesain engine diesel yang notabennya didesain dengan tenaga yang lebih kuat/besar tidak memilih bensin yang flash pointnya lebih rendah…???. Dari pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat bensin tidak dipilih sebagai bahan bakar engine diesel karena memiliki Ignition point yang lebih tinggi dari solar. Taukah anda apa ignition point …?

“Ignition point adalah titik dimana karena kenaikan temperatur, bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya asalkan ada 3 unsur titik api(panas,material dan O2).”

Terus berapa ignition point untuk bahan bakar bensin dan solar…?

“Untuk solar/Heavy light oil 240º – 350°C dan untuk bensin/gasolin ada dikisaran 550ºC”.

igni1

Hal ini bisa anda buktikan sendiri dengan menaruh kedua material BBM tersebut pada dua bejana metal terpisah, baru anda panasi dengan LPG/ lainya sambil anda ukur temperatur kenaikanya dengan “Heat Gun” , maka yang terjadi saat suhu diatas 240º/250º yang bejana berisi solar akan terbakar dan yang bejana berisi bensin akan menguap.

Sekarang kita asumsikan pada teori basic engine diesel yang sudah pernah saya tulis bahwa temperatur engine diesel saat top compressi bisa mencapai 400º – 500°C, maka secara logika jika bensin dipakai pada engine diesel yang terjadi adalah susah hidup/bahkan ngak hidup – hidup karena penguapan.

Terus bagaimana jika ada mekanik yang baru install engine diesel, waktu  distar gagal dan ada yang kasih saran suruh kasih bensin pada air cleaner…!,kalau yang ini ane juga pernah praktekin sobat teknik, pake CRC/bensin di air cleaner maknyus langsung hidup grengggg…. hehehe…!!!. Tapi analisa saya karena sebenarnya saat kompresi dan fuel/solar diinjeksi sudah ada sebagian partikel solar yang terbakar dalam jumlah kecil dan jika solar saja tidak akan mampu, karena biasanya setelah gagal setar beberapa kali solar akan membasahi piston di bawah bercampur sisa oli saat cuci komponen overhaul, dan keberadaan partikel bensin yang ada di air cleaner akan terhisap masuk ke ruang bakar sebagai pemicu fuel/solah yang terbakar sedikit tadi jadi terbakar lebih maksimal untuk running. Dan sebagai saran jika ada rekan yang mencoba cara ini jangan kasih bensin banyak-banyak pada air cleanaer engine, bisa knocking/noise potensi rusak parah.

Jadi demikianlah ulasan saya bahwa engine diesel akan sangat cocok menggunakan solar karena memiliki ignition point yang lebih rendah dari bensin, walaupun punya flashing point lebih buruk dari pada bensin. Tapi sesuai dengan kompressi engine diesel yang bisa menghasilkan panas hingga 400º – 500°C, dan solar tidak akan menguap melainkan terbakar sempurna. Sekian dulu ulasan artikel dikesempatan kali ini semoga bermanfaat, dan salam Go Teknik….!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Basic Engine, DUNIA TEKNIK, Fuel System, TEKNIK UMUM dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s