Teknik Cara Setel Nozzle dan Analisa Kerusakanya

nozzle5

“Tetap semangat sobat teknik, kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai “Teknik cara setel nozzle dan analisa kerusakanya”. Nozzle merupakan sub component fuel system yang berfunsi ntuk mengabutkan atau menyemprotkan bahan bakar bertekanan yang dikirim dari FIP.

Analisa Kerusakan

Dalam sejarah konvensional fuel system nozzle merupakan salah satu komponen utama yang sangat fital keberadaanya. Jika terjadi masalah terhadap nozzle ini efeknya akan sangat berpengaruh terhadap performa engine, biasanya akan menimbulkan gas buang berwarna hitam dan tenaga engine drop/hunting. Masalah yang paling sering terjadi pada nozzle adalah kualitas pengkabutan yang tidak sempurna, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tension spring nozzle lemah.
  • Pressure injeksi fuel/bahan bakar dibawah setandar.
  • Scratch/baret pada needle nozzle/housingnya.
  • Karat pada nozzle.
  • Penyumbatan/kerak pada nozzle hole.
  • Kebocoran fuel line dari seal, piping, gasket dll.

Dari problem diatas poin pertama merupakan tautan masalah yang berhubungan dengan tema artikel yang saya bahas ini, untuk throuble lainya mungkin bisa di action dengan repair atau replace with new part. Untuk tension sepring yang lemah kenapa bisa mengakibatkan spray injection tidak sempurna….?

Bisa anda lihat gambar diatas, sebenarnya fuel bertekanan yang dikirim oleh FIP adalah untuk mendorong needle nozzle yang didukung spring nozzle ke arah atas. Dan kekuatan tension spring sudah disetting oleh pabrik sesuai dengan setting pressure injeksi, umumnya untuk presure injeksi nozzle di kisaran 100 – 300 Kg/cm². Jika anggap saja pressure injeksinya standarnya 270 Kg/cm² maka kekuatan spring yang didorong fuel bertekanan dari FIP adalah sama 270 Kg/cm². Karena kondisi dan umur pemakaian nozzle dalam unit engine selama beroperasi maka tension spring bisa saja melemah dan hal ini berakibat pada kualitas pengkabutan menurun bisa menetes/partikel pengkabutan yang tidak sempurna/pertikel fuel besar, sehingga fuel tidak terbakar semua karena excess air ratio tidak tercapai, gas buang berwarna hitam dan tenaga engine turun/drop.

Penyetelan Nozzle

Ada 2 metode penyetelan nozzle yang selama ini saya pelajari yaitu metode adjustment sim dan metode screw adjuster, uraianya adalah sbb :

1. Metode adjustment sim

nozzle1

Gambar.1

nozzle6

Ganbar. 2

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode ini yaitu melakukan penyetelan kekencangan tension sepring dengan jalan menambahkan sim(4) pada gambar no satu untuk menaikan pressure sesuai setandar yang diinginkan,langkahnya sebagai berikut :

  • Tes nozzle seperti pada Gambar.2 pastikan memang pressure dibawah setandar atau kualitas pengkabutan yang tidak bagus.
  • Diassembly nozzle Gambar.1, bersihkan semua komponen, ukur kekuatan tension spring dengan special tool “Spring Tester”sesuaikan dengan setandar, jika memang tension melemah.
  • Ukur sim(4) dan tambahkan sim baru sesuai dengan kenaikan pressure yang diinginkan(berdasarkan Shop Manualnya)
  • Assembly kembali nozzle dan lakukan pengetesan kembali seperti Gambar.2 jika presure kurang tambahkan kembali sim(4) mengulangi kembali langkah poin 2 dan3 sampai didapatkan pressure yang tepat dan spray injeksi yang sesuai.

2. Metode adjusment screw

nozzle2

Gambar. 1A

nozzle6

Gambar. 1B

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk metode ini dalam menambah kekuatan tension spring dengan cara mensetel screw adjuster(1-4) searah jarum jam/clockwise, berikut cara penyetelanya :

  • Tes nozzle seperti pada Gambar.2 pastikan memang pressure dibawah setandar atau kualitas pengkabutan yang tidak bagus.
  • Disassembly nozzle Gambar.1A, bersihkan semua komponen, assembly semua komponen kecuali; housing(1-5), ring seal(1-11) dan bolt(1-8) agar bisa dites pada nozzle tester sambil di setel.
  • Pasang nozzle assembly pada nozzle tester dan lakukan pengetesan Gambar.2, jika pressure dan spray injeksi belum sesuai lakukan penyetelan langsung dengan memutar screw adjuster dengan obeng(-). Untuk metode ini memang lebih simple dan mudah dalam penyetelanya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam memaintenance nozzle adalah memperhatikan kadar sulfur yang terkandung dalam bahan bakar/fuel pada umumnya yang tercantum pada OMM(Operation Maintenance Manual) unit yang dijual diindonesia diharapkan tidak boleh lebih dari 1%. Karena sulfur ini sangat korosif selain berpengaruh dalam interval penggantian oli engine pada lubricating system, sulfur juga sangat korosif pada komponen fuel system seperti plunger FIP, Nozzle, Feed Pump dll. Akan memperpendek umur komponen fuel system unit anda, dan alangkah baiknya selain oli engine juga fuel yang anda gunakan untuk diambil sample lab sebagai bentuk perawatan unit anda. Ok demikian dulu sharing teknik dari saya semoga bermanfaat,dan salam go teknik…!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di DUNIA TEKNIK dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s