Prinsip kerja dan Analisa Kerusakan Turbocharger

turbo1

“Tetap semangat sobat teknik sekalian pada kesempatan ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai “Prinsip kerja dan analisa kerusakan Turbocharger”. Turbocharger merupakan sub komponen engine yang bekerja dengan memanfaatkan hembusan gas buang melalui exhaust manifold dan menggerakkan turbine wheel yang menjadi satu dengan compressor wheel/blower melalui poros utama.

 

Prinsip Kerja

Compressor wheel/blower digerakkan dengan kecepatan tinggi mendorong udara yang bertekanan masuk kedalam cylinder liner. Karena turbocharger menggunakan energi yang terbuang dari gas buang, maka output mesin dapat bertambah dengan sedikit tenaga yang hilang. Turbocharger dilengkapi dengan waste gate valve untuk mengontrol tekanan udara yang masuk (boost pressure) dan ada juga yang dilengkapi dengan inter-cooler untuk menurunkan temperatur udara yang masuk, untuk meningkatkan efisiensi penghisapan udara.

turbo3

Turbocharger menghasilkan output yang tinggi dengan adanya daya tekan dari aliran udara yang masuk ke dalam silinder-silinder, tetapi bila boost pressure (tekanan udara yang dikompresikan oleh compressor wheel) meningkat terlalu tinggi maka daya eksplosif (bersifat meledak) yang ditimbulkan oleh pembakaran akan menjadi sangat besar dan mesin tidak mampu menahan tekanan tersebut. oleh karena itu boost pressure dikontrol oleh waste gate valve

Boost pressure di bawah 0,68 kgf/cm2

Gas buang yang memutarkan turbine, compressor juga berputar karena dijadikan satu melalui turbine melalui shaft. compressor wheel menghisap udara dari air cleaner dan mengkompresikan udara ke combustion chamber. selama boost pressure di dalam intake manifold dibawah 0,68 kgf/cm kuadrat, aktuator tidak bekerja dan waste gate valve tetap menutup. semua gas buang melalui turbine housing.

Untuk tekanan agar valve pada waste gate terbuka, masing-masing vendor kemungkinan besar akan berbeda (lihat shop manual atau referensi yang dianjurkan).

Analisa

turbo2

“Taukah anda seberapa kencang putaran turbocharger…?, anda bisa melakukan pengukuran dengan menggunakan special tool yang bernama “Tacometer” merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan putar suatu object benda dengan menggunakan teknologi infrared dengan reflektor.

Dari teori salah satu product alat berat “ Komatsu” dari jepang yang saya pelajari bahwa putaran turbocharger pada low idle/putaran rendah bisa mencapai 50.000 rpm. Dan pada saat hight idle atau bahkan full load dapat mencapai 150.000 rpm, “WOW…. kencang sekaleee….!.

“Apasaja yang perlu diperhatikan pada komponen turbocharger ini…?

Yang pertama adalah measuremant/pengukuran baik itu endplay mainshaft, clearance antara impeller blower/turbine dengan houshing maupun ran out saat test berputar. Harus mengikuti standar Quality Control Assembly component tersebut. Saat memasang komponen pada engine harus diberi oli dulu melalui saluran hose/piping inlet bagian atas sebagai pelumasan awal dan perhatikan kekencangan clam saat memasang hose housing impeller yang terakhir torque kekencangan bolt mounting sesuai setandar manualnya.

“Kerusakan apa yang sering terjadi pada komponen turbocharger…?

Mungkin sebagian dari anda para pecinta teknik faham aturan main mengoperasikan unit yang menggunakan turbocharger bahwa awal menghidupkan engine harus low idle 10 menit tujuanya agar komponen yang letaknya di atas seperti turbocharger ini mendapat pelumasan awal yang cukup dan begitu juga saat akan mematikan engine harus low idle 10 menit tujuanya agar oli yang bersirkulasi ke turbocharger membawa panas turbo yang bisa mencapai 200 – 300 °C untuk lebih setabil turun sebelum di matikan. Karena sebenarnya saat engine kita matikan pada turbocharger masih berputar kencang beberapa detik karena gaya inersia sedang pompa oli engine sudah berhenti, jadi bisa dibilang dalam sekian detik tersebut putaran torbo tanpa pelumasan yang cukup ini akan mengakibatkan keausan yang berlebih, kerusakan memang tidak akan langsung terjadi tapi umur komponen akan lebih pendek/cepat rusak.

turbo4

Selain itu saat unit beroperasi/engine running tidak boleh low idle lebih dari 20 menit atau sebaliknya hight idle lebih dari 20 menit hal ini akan memicu kerusakan turbocharger pada sealshaft sisi blower/compressor maupun sisi turbine, kemudian terjadi run out dan end play membesar, bearing ikut rusak dan mainshaft bisa patah. Demikian juga saat mengendarai unit yang memakai turbocharger jangan sering-sering menginjak akselerasi gas dengan mengejut-ngejut/atau tancap gas tiba-tiba,hal ini akan memperpendek umur komponen, kerusakan memang tidak akan terjadi saat itu juga tapi lifetime komponen tidak akan mencapai yang dirrekomendasikan oleh pabrik, misal jika dari pabrik 3000 hour aktualnya jika kita sembarangan tidak mengikuti aturan bisa 1500/2000 hour sudah rusak.

Saran saya rawatlah unit ditempat kerja anda seperti punya anda sendiri, pasti kedepanya akan memberikan manfaat buat anda kembali, sekian dulu sharing teknik dari saya semoga bermanfaat, dan salam go teknik…!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Air Intake & Exhaust System, Basic Engine, DUNIA TEKNIK, TEKNIK UMUM dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s