Cara Test Kebocoran Radiator

captes1a

“Semangat beraktivitas sobat teknik sekalian dikesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai “Cara test kebocoran pada radiator/cooling system”. Sebagian sobat teknik mungkin sudah tau pentingnya cooling system pada engine baik gasolin maupun diesel, seperti halnya pentingnya air terhadap mekanisme tubuh manusia. Jika kita habis berlari jauh terus ngak dikasih minum maka yang terjadi akan dehidrasi dan pingsan dan jika tidak tertolong bisa mengakibatkan hal yang fatal, demikian juga dengan engine jika ada kebocoran pada cooling system maka yang terjadi akan overheat dan bahkan engine bisa jammed/deformasi.

Hal ini harus bisa diantisipasi lebih dini, jika manusia akan berlari jauh pasti sedia minuman, dan jika kita akan menjalankan kendaraan maka yang harus kita lakukan adalah melakukan P2H(Program Pemeriksaan Harian) dan salah satunya cek kondisi kebocoran radiator/cooling system secara visual dan cek level coolant/air radiator. Nah bagaimana jika yang terjadi kita tidak tahu letak bocornya tetapi saat habis dipakai level airnya ternyata turun. Untuk memastikan valve pada tutup radiator yang rusak kah atau ada kebocoran pada cooling system maka dari itu kita menggunakan sepesial tool set yang bernama ” Radiator Cap Tester”, berikut adalah uraian :

Radiator cap tester

Tools yang digunakan untuk menguji kebocoran dan kemampuan pressure valve & vacum valve pada cap radiator,dan membaca tekanan ketika valve bekerja lalu dibandingkan dengan standar nilai yang tertera dicap radiator atau shop manual.

Radiator Cap Tester merupakan alat yang digunakan untuk:

  1. Mengetahui atau mengetes preasure valve pada cap radiator.
  2. Mengukur kebocoran pada cooling system.

Komponen tools set :

captes6a

  1. Adapter.
  2. Join.
  3. Radiator Cap.
  4. Hose/slang.
  5. Pressure gauge.
  6. Cap Radiator untuk pengisian water cooling.
  7. Switch pressure.

Cara mengetahui atau mengetes  preasure valve pada cap radiator, adalah :

capter2a1

Gambar. 01

captes4a

Gambar. 02

 

  1. Hubungkan hose dengan adapter.
  2. Kemudian hubungkan adapter dengan join (dengan terlebih dahulu mengadjust /memutar kekanan dan kekiri karet yang ada pada adapter sehingga dapat terpasang dengan tepat ke joinnya).
  3. Setelah itu hubungkan dengan cap radiator (70 Kpa =  0,07 Mpa = 0,7 Kg/Cm²)
  4. Kemudian hubungkan ujung hose yang satunya ke nipple radiator cap tester lihat Gambar. 01.
  5. Pasang penjapit/socket ke batrei 12V.
  6. Masukan rangkaian tersebut (adapter,join dan cap radiator) ke dalam air sebagai tanda jika ada gelembung udara pada cap radiator.
  7. Setelah semua rangkaian terpasang, aktikan switch ke arah ON.
  8. Tarik sedikit dan putar switch preasure(warna hitam) ke arah kanan untuk menaikan preasure pada radiator cap tester, sampai jarum preasure gauge menunjukan angka 0,07 Mpa.
  9. Jika tekanan pada preasure gauge melebihi settingan cap radiator (0,071 Mpa dengan titik didih air = 115°C), maka akan timbul gelembung, sebagai tanda bahwa ada preasure yang di bebaskan oleh preasure valve ke reservoir tank (itu tanda bahwa preasure valve dalam keadaan baik).

Cara mengetahui kebocoran dari cooling system, adalah :

captes3a

captes5a

  • Hubungkan hose dengan adapter.
  • Kemudian hubungkan adapter dengan join pada radiator unit (dengan terlebih dahulu mengadjust/memutar kekanan dan kekiri karet yang ada pada adapter sehingga dapat terpasang dengan tepat ke joinnya).
  • Setelah itu hubungkan ujung hose yang satunya ke nipple radiator cap tester.
  • Pasang penjapit/socket ke batrei 12V
  • Setelah semua rangkaian terpasang, aktikan switch ke arah ON.
  • Tarik sedikit dan putar switch preasure ke arah kanan untuk menaikan preasure pada radiator cap tester, sampai jarum preasure gauge menunjukan angka 0,07 Mpa.
  • Setelah itu, matikan radiator cap tester dengan menekan swicht ke arah OFF.
  • Tunggu selama 30 detik, jika terjadi kebocoran pada system pendingin maka jjarum pointer preasure gauge akan turun secara cepat dengan sendirinya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan saat mau test cap radiator/kebocoran adalah kondisi dari pressure valve yang terbuat dari karet biasanya kalau sudah membentuk coakan melingkar/bahkan jika ada yang sobek walaupun sedikit/retak getas akibat panas maka sebaiknya diganti baru dulu baru dites. Karena jika tidak maka pengukuran tidak akuran kerena kemungkinan pressure bocor. Ok demikian dulu sharing teknik dari saya semoga bermanfaat, dan go teknik…!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Cooling System, DUNIA TEKNIK, INFORMASI, TEKNIK UMUM dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s